Minggu, 24 Maret 2013

Metode Pembelajaran untuk siswa



Berikut beberapa metode pengajaran bahasa yang menarik untuk siswa.

 A.GRAMMAR TRANSLATION METHOD 


Dalam metode ini siswa dituntut untuk mampu menterjemahkan tata bahasa, dan mampu menghafalkan kosa kata. Prosedur dari metode ini adalah : 1. Siswa membaca teks yang ditulis 2. Siswa menterjemahkan dengan bahasanya sendiri 3. Guru menyuruh siswa untuk bertanya dengan menggunakan bahasa mereka 4. Siswa menulis jawaban sebagai pemahaman membaca 5. Siswa menterjemahkan kata baru sesuai dengan bahasa mereka 6. Siswa diberikan kaidah tata bahasa melalui contoh 7. Guru meminta siswa untuk merumuskan kaidah tersebut 8. Siswa menghafalkan kosa kata

 B. DIRECT METHOD 
Direct method adalah metode mengajar secara langsung dan secara alami. Dalam metode ini kosa kata diajarkan melalui demonstrasi benda dan gambar dan bahan-bahan visual lainnya. Tujuan dasarnya adalah siswa belajar berkomunikasi dengan menggunakan bahasa secara spontan dan secara lisan. Prosedur DM : 1. Siswa secara bergantian membaca teks dengan suara keras 2. Setelah membaca, mereka bertanya sesuai dengan bahasa mereka 3. Guru menjawabnya sesuai dengan bahasa mereka pula 4. Guru dan siswa melafalkan kosa kata secara bersama-sama 5. Siswa menyusun pertanyaan dan parnyataan untuk siswa yang lain 6. Guru meminta siswa untuk mengisi latihan-latihan soal 7. Siswa membaca latihan dengan keras dan melengkapi kata yang hilang 8. Guru meminta siswa untuk mencatat dengan cara mendikte. 

C. AUDIO LINGUAL METHOD 
Audio lingual method adalah metode yang diperkenalkan di USA pada tahun 1940. Tujuan linguistik (ilmu bahasa) ALM adalah: 1. Untuk memahami bahasa asing ketika berbicara dengan kecepatan normal dan difokuskan pada kebiasaan 2. Untuk berbicara dengan pronounciation yang tepat dan tata bahasa yang benar 3. Untuk menulis dengan standar yang tepat dan benar sesuai dengan topik. Disamping tujuan diatas metode ini juga mempunyai tujuan kultural seperti : 1. Para pelajar paham akan kebiasaan orang, yaitu cara berpakaian, pekerjaan, olah raga dan lain-lain 2. Untuk mengetahui fakta utama tentang geografi, sejarah, sosial dan politik 3. Untuk menghargai karya dan llmu pengetahuan orang lain 4. Untuk memahami nilai-nilai bahasa sebagai faktor utama dalam budaya mereka. 

D. SILENT WAY

 Silent Way Adalah nama dari sebuah metode pembelajaran bahasa yang ditemukan oleh CALES CATTEGAE. Pada metode ini guru relatif diam, murid yang dituntut lebih aktif dalam memperkaya bahasa sebanyak mungkin. Guru menuntut murid untuk berperan dalam kegiatan pembelajaran. Adapun prinsip dari metode ini adalah : 1. Tugas dari murid adalah menghubungkan ilmu bahasa yang telah mereka pelajari dan yang telah mereka pahami. 2. Proses pemahama/pengertian bagi murid itu sangat penting.


 E. COMMUNITY LANGUAGE LEARNING (CLL)

 Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh charles A. Curran dan komunitasnya, ia adalah seorang spesialis konseling dan profesor psikologi di universitas loyola di chicago. Metode ini berawal dari inspirasi sebuah teknik psikologi konselling dalam sebuah pembelajaran. Metode ini dipakai untuk mengajarkan bahasa asing yang mana guru berperan sebagai konselor dan murid sebagai klien yang ditekankan pada community learning atau pembelajaran secara kelompok.

 Prinsipnya: 1. Apa yang menjadi tujuan guru dalam menggunakan metode cll 2. Apa yang menjadi peraturan untuk guru dan murid 3. Bagaimana bentuk dan proses pembelajarannya 4. Bagaimana murid bisa berkomunikasi dengan baik kepada guru dan komunitasnya 5. Menunjukkan bahasa dan budayanya 6. Bagaimana menekankan bahasa terhadap siswa dan pengetahuan apa yang harus diterapkan 7. Bagaimana cara memberikan evaluasi yang tepat 8. Bagaimana guru merespon siswa yang lemah  
Teknik nya :1. Percakapan siswa dengan menggunakan tape recorder 2. Guru merekam percakapan siswa 3. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan berbagai macam aktifitas 4. Siswa mendengarkan tape recorder tanpa intrupsi apapun dari guru 5. Siswa memilih sebagian catatan untuk dipraktekkan pronounciationnya dengan pengawasan guru 6. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat sebuah kalimat dengan kosa kata yang baru pada catatannya.


 F. SUGESTOPEDIA METHOD 

 Adalah satu metode pengajaran yang dikembangkan oleh psikoterapis bulgaria georgi lazanov, ia percaya bahwa sesuatu yang ada disekitar kita bisa menjadi sarana dalam proses belajar baik sarana positif dan negatif. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif disini ada cara yang penting bagi guru bahasa, yaitu: 1. Cermat mengatur lingkungan fisik 2. guru harus sepenuhnya terlatih dalam seni sugestif komunikasi yakni mempunyai kemampuan untuk menggunakan sugesti secara tepat dengan bahasa, suara, intonasi, ekspresi wajah dan tubuh. 3. Guru harus mencintai murid-muridnya dan mengajar mereka melalui permainan, lagu, seni klasik dan kesenangan.

 Teknik sugestopedia : 1. Guru memperkenalkan tata bahasa dan isi 2. Guru membaca teks pada kecepatan normal dan para siswa mengikuti 3. Para siswa rileks mendengarkan guru membaca teks dengan diiringi musik 4. Para siswa menyelesaikan apa yang telah mereka pelajari dengan drama, lagu dan permainan. Kelemahan dari metode ini adalah bahwa aspek sugestopedia hanya cocok untuk kelas-kelas kecil dan tidak ada penyediaan dan persiapan untuk tingkat menengah dan mahir.


 G. TOTAL PHISHICAL RESPONSE (TPR) 

 TPR adalah metode yang dikembangkan oleh james j. Ashers seorang pakar ilmu jiwa di universitas san jose, california pada tahun 1960an. Prinsip dari metode ini adalah menyenangkan sehingga para pelajar tertarik dalam pembelajaran bahasa asing. Metode ini menggunakan gerakan tubuh yang dimaksudkan untuk mengurangi stress yang dirasakan oleh siswa ketika belajar. Bahasa yang akan diajarkan dimulai dari kata kerja dan kata benda sehingga para pelajar akan lebih mudah mempraktekkan dengan sebuah gerakan. TPR adalah sebagai seperangkat peraturan grammar dan kelas bahasa yang bisa menjadi dasar dalam mengorganisasikan grammar untuk kosa kata baru. Para pelajar pertama-tama belajar arti sebuah kata dan dilanjutkan dengan menggunakan sebuah kalimat selanjutnya para pelajar menguji hasilnya dengan memberi perintah kepada temannya. 

H. COMUNIATIVE TEACHING LEARNING (CTL) 

TUJUAN DARI METODE ini adalah : 1. Untuk membangun kompetensi komunikatif 
2. Untuk membangun prosedur pembelajaran mengenai empat kemampuan bahasa

Metode - metode ini perlu diterapkan dalam proses pembelajaran, karena metode ini dapat membantu siswa dalam belajar.
Selain itu juga, guru harus dituntut menjadi profesional, maksudnya guru harus memiliki keahlian dan seni dalam mengajar. Seni yang dimaksud disini adalah guru yang memiliki kreativitas dalam memilih, mencari ataupun membuat metode pembelajaran yang menarik agar siswa tidak jenuh dan tidak merasa bosan. Dari hal ini, guru dapat dikatakan aktor di dalam kelas.

disini, saya akan menyampaikan beberapa ciri-ciri guru profesional

1. Selalu punya energi untuk siswanya
2. Memiliki keterampilan mendisiplinkan yang efektif
3. Memiliki manajemen kelas yang baik
4. Dapat berkomunikasi baik dengan siswa dan orangtua/wali dai siswa itu sendiri.
5. Memiliki pengetahuan tentang subjek yang diajarkan
6. Memiliki harapan yang inggi untuk siswanya
7. Memiliki pengetahuan tentang kurikulum

Peran guru terhadap siswa:

1. Fasilitator
Guru harus memfasilitasi siswa untuk mempermudah kegiatan belajar.

2. Motivator
Guru perlu memotivasi anak agar aktif dan bersemangat dalam belajar.

3. Informator
Guru harus memberikan informasi mengenai pelajaran sesuai dengan kurikulum.

4. Pembimbing
Guru harus membimbing siswa agar menjadi anak yang kreatif.

5. Korektor
Guru harus mampu membedakan nilai baik dan nilai buruk

6. Inspirator
Guru perlu memberikan inspirasi agar siswa tertarik untuk aktif dalam kegiatan belajar.

7. Evaluator
Guru perlu memberikan evaluasi kepada siswa, dan evaluasi tersebut harus jujur sesuai kemampuan siswa.

Ada beberapa tips untuk menjadi guru profesional

1. Memiliki kemampuan intelektual yang baik
2. Memiliki visi dan misi dalam pendidikan
3. Kreatif dalam menentukan metode pembelajaran
4. Memahami psikologi perkembangan anak 
5. Memiliki keahlian dalam mendidik dan mengajar
6. Memiliki manajemen kelas yang baik
7. Kreatif dalam mengajar dan membimbing anak


Semoga bermanfaat ya. . . . .:)



 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar